Ketika saya sedang berada dalam sebuah pesawat . Pasti anda yang membacanya sudah paham apa yang saya tulis . Saya membuat cerita ini hanya untuk mengeluarkan angan-angan saya . Karena saya berkeinginan sekali sebagai seseorang yang sukses dengan memulai berkarya dengan mempraktekannya mula-mula dengan membuat artikel ini . Kalian pasti sedang membacanya kan karena cerita ini akan segera dimulai :). maaf juga kalau postingan ini kurang menarik karena saya membuat postingan ini hanya untuk sekedar hobi selain itu juga ini postingan pertama saya semoga cerita yang saya buat dapat menarik perhatian kalian semua untuk membacanya . Maaf ya mungkin saya sedikit curhat mengenai ini :).
Cerita Kehidupanku
Didalam Pesawat
Pada suatu hari saya menaiki pesawat ini . Saya menaikinya
karena untuk membantu keluarga saya walaupun kepergian saya , saya tidak
memiliki bekal untuk berbahasa asing (Bahasa inggris ) walaupun saya tak bisa
berbahasa inggris yang diajarkan oleh sekolah-sekolah sejak sd tetapi saya
sampai sekarang belom mahir atau bisa disebut juga tak hebat dalam bahasa
inggris. Saya pada waktu pergi ke luar negeri (singapore) saya pergi untuk
membantu orang tua saya yang sedang sakit stroke walaupun saya tak fasih tapi
saya memaksakan diri pergi kesana dengan paman yang tak fasih juga berbahasa
inggris . Mula-mula pada saat keberangkatan saya menunggu pesawat di bandara
husein didaerah bandung pada waktu itu mengalami keterlambatan entah mengapa
mengalami keterlambatan. setelah menunggu sekian lama saya mulai mengantri
untuk memasuki pesawat bersayap tersebut saya dapat memasukinya dengan
mengalami beberapa tahapan pengecekan . pada waktu saya menaiki pesawat
bersayap saya memikirkan bagaimana saya disana dan apa yang harus saya lakukan
untuk membantu orang tua saya karena mungkin bisa disebut keluarga saya
hanyalah keluarga sederhana yang mengiginkan ayah sehat kembali sebelum-sebelumnya
ayah saya ikut ke singapore juga dengan dokter yang sama . hanya saja
perjalanan ini tidak bersama ayah karena ayah kondisinya kurang fit saya hanya
membeli sebagian obat saja disana karena disana obatnya bagus-bagus dan berefek
sangat baik untuk ayah saya , karena di negara saya sendiri sudah mencarinya
kemana-mana tetapi tidak mendapatkannya . Pada saat saya tiba di singapore saya
langsung menaiki taksi dan pergi ke rumah sakit elizabeth dengan biaya yang
lumayan 20$ keatas . Setelah saya toba di elizabeth saya segera memasuki rumah
sakit elizabet dan menemui asisten devathasan yang fasih berbahasa indonesia
dan segera membeli obat dengan sebelumnya menghubungi asistennya terlebih
dahulu , setelah transaksi pembelian obat itu selesai tak disangka ternyata
ayah saya terkena epilipsi yang mungkin diakibatkan oleh penyakitnya stroke
saya mulai gelisah darisana saya mengkhawatirkan kondisi ayah saya dirumah
dengan cemas saya segera mencari cara agar segera pulang ke negara saya yaitu
indonesia dengan mengalami beberapa kendala yaitu ticket kami disana tidak
dapat pulang sebelum mempunyai tiket sedangkan kami berdua tidak fasih
berbahasa inggris kami kebingunggan sampai-sampai berputar-putar untuk mencari
orang yang dapat membantu kami terutama orang yang fasih berbahasa indonesia .
Dengan perasaan yang tak karuan dan tak ada yang dapat di hubungi karena paman
saya habis pulsa dan kartu yang saya gunakan juga sudah tidak aktif . Pada saat
itu kami berdua memikirkan jalan keluarnya dengan cara membeli kartu singtel di
bandara singapore changi walaupun begitu kami juga mempunyai kendala yaitu
bahasa dengan terpaksanya saya berbicara bahasa inggris yang mungkin sangat
memalukan tetapi disana saya akhirnya mendapatkan kartu tersebut dengan koneksi
internet yang lumayan untuk menghubungi agen ticket di jakarta akhirnya kami
menghubunginya dan dapat mendapatkan tiket walaupun kami kecapean baru saja
sampai harus segera pergi lagi ke indonesia . pada saat kepulangan kami bertemu
dengan orang yang belum fasih berbahasa inggris . dia berbincang-bincang
bersama kami sebelum kepulangan setelah akhirnya pesawat datang dan kami akan
pergi kembali ke negara kami. pada waktu itu tiba diindonesia tepatnya jam 9/10
itu kami segera mencari bus untuk pulang ketempat saya tinggal yaitu garut .
Sampai dirumah sekitar jam 03.00am saya cemas sekali dengan keadaan ayah saya
yang sedang ditangani di rumah sakit (talun) karena saya belum menemui ayah
saya. Jam 09.00 saya menemui ayah saya yang terbaring lemas dengan keadaan yang
mengkhawatirkan . Saya menyuapinya , memandikannya dengan ikhlas . Saya
melakukannya dengan bukti sayangnya saya kepada kedua orang tua saya . Proses
penyembuhan dimulai pada sampai akhirnya ayah saya dapat berobat jalan kembali
dan pulang kerumah. Walaupun sekarang ayah saya belum sehat tetapi inilah bakti
saya menjadi seorang anak . (Sunsun)

Semoga cerita saya ini dapat dijadikan cerita yang menarik oleh banyak produser baik buku maupun film , Aamiin :)
BalasHapus