Laman

Selasa, 19 Juli 2016

Perjuangan seorang anak pergi keluar negeri


Ketika saya sedang berada dalam sebuah pesawat . Pasti anda yang membacanya sudah paham apa yang saya tulis . Saya membuat cerita ini hanya untuk mengeluarkan angan-angan saya . Karena saya berkeinginan sekali sebagai seseorang yang sukses dengan memulai berkarya dengan mempraktekannya mula-mula dengan membuat artikel ini . Kalian pasti sedang membacanya kan karena cerita ini akan segera dimulai :). maaf juga kalau postingan ini kurang menarik karena saya membuat postingan ini hanya untuk sekedar hobi selain itu juga ini postingan pertama saya semoga cerita yang saya buat dapat menarik perhatian kalian semua untuk membacanya . Maaf ya mungkin saya sedikit curhat mengenai ini :).                                                    
Cerita Kehidupanku Didalam Pesawat
Pada suatu hari saya menaiki pesawat ini . Saya menaikinya karena untuk membantu keluarga saya walaupun kepergian saya , saya tidak memiliki bekal untuk berbahasa asing (Bahasa inggris ) walaupun saya tak bisa berbahasa inggris yang diajarkan oleh sekolah-sekolah sejak sd tetapi saya sampai sekarang belom mahir atau bisa disebut juga tak hebat dalam bahasa inggris. Saya pada waktu pergi ke luar negeri (singapore) saya pergi untuk membantu orang tua saya yang sedang sakit stroke walaupun saya tak fasih tapi saya memaksakan diri pergi kesana dengan paman yang tak fasih juga berbahasa inggris . Mula-mula pada saat keberangkatan saya menunggu pesawat di bandara husein didaerah bandung pada waktu itu mengalami keterlambatan entah mengapa mengalami keterlambatan. setelah menunggu sekian lama saya mulai mengantri untuk memasuki pesawat bersayap tersebut saya dapat memasukinya dengan mengalami beberapa tahapan pengecekan . pada waktu saya menaiki pesawat bersayap saya memikirkan bagaimana saya disana dan apa yang harus saya lakukan untuk membantu orang tua saya karena mungkin bisa disebut keluarga saya hanyalah keluarga sederhana yang mengiginkan ayah sehat kembali sebelum-sebelumnya ayah saya ikut ke singapore juga dengan dokter yang sama . hanya saja perjalanan ini tidak bersama ayah karena ayah kondisinya kurang fit saya hanya membeli sebagian obat saja disana karena disana obatnya bagus-bagus dan berefek sangat baik untuk ayah saya , karena di negara saya sendiri sudah mencarinya kemana-mana tetapi tidak mendapatkannya . Pada saat saya tiba di singapore saya langsung menaiki taksi dan pergi ke rumah sakit elizabeth dengan biaya yang lumayan 20$ keatas . Setelah saya toba di elizabeth saya segera memasuki rumah sakit elizabet dan menemui asisten devathasan yang fasih berbahasa indonesia dan segera membeli obat dengan sebelumnya menghubungi asistennya terlebih dahulu , setelah transaksi pembelian obat itu selesai tak disangka ternyata ayah saya terkena epilipsi yang mungkin diakibatkan oleh penyakitnya stroke saya mulai gelisah darisana saya mengkhawatirkan kondisi ayah saya dirumah dengan cemas saya segera mencari cara agar segera pulang ke negara saya yaitu indonesia dengan mengalami beberapa kendala yaitu ticket kami disana tidak dapat pulang sebelum mempunyai tiket sedangkan kami berdua tidak fasih berbahasa inggris kami kebingunggan sampai-sampai berputar-putar untuk mencari orang yang dapat membantu kami terutama orang yang fasih berbahasa indonesia . Dengan perasaan yang tak karuan dan tak ada yang dapat di hubungi karena paman saya habis pulsa dan kartu yang saya gunakan juga sudah tidak aktif . Pada saat itu kami berdua memikirkan jalan keluarnya dengan cara membeli kartu singtel di bandara singapore changi walaupun begitu kami juga mempunyai kendala yaitu bahasa dengan terpaksanya saya berbicara bahasa inggris yang mungkin sangat memalukan tetapi disana saya akhirnya mendapatkan kartu tersebut dengan koneksi internet yang lumayan untuk menghubungi agen ticket di jakarta akhirnya kami menghubunginya dan dapat mendapatkan tiket walaupun kami kecapean baru saja sampai harus segera pergi lagi ke indonesia . pada saat kepulangan kami bertemu dengan orang yang belum fasih berbahasa inggris . dia berbincang-bincang bersama kami sebelum kepulangan setelah akhirnya pesawat datang dan kami akan pergi kembali ke negara kami. pada waktu itu tiba diindonesia tepatnya jam 9/10 itu kami segera mencari bus untuk pulang ketempat saya tinggal yaitu garut . Sampai dirumah sekitar jam 03.00am saya cemas sekali dengan keadaan ayah saya yang sedang ditangani di rumah sakit (talun) karena saya belum menemui ayah saya. Jam 09.00 saya menemui ayah saya yang terbaring lemas dengan keadaan yang mengkhawatirkan . Saya menyuapinya , memandikannya dengan ikhlas . Saya melakukannya dengan bukti sayangnya saya kepada kedua orang tua saya . Proses penyembuhan dimulai pada sampai akhirnya ayah saya dapat berobat jalan kembali dan pulang kerumah. Walaupun sekarang ayah saya belum sehat tetapi inilah bakti saya menjadi seorang anak . (Sunsun)


                                                                                                                             


1 komentar:

  1. Semoga cerita saya ini dapat dijadikan cerita yang menarik oleh banyak produser baik buku maupun film , Aamiin :)

    BalasHapus